Sabtu, 19 Oktober 2019


Apa yang dimaksud dengan Semantics?

Semantics berasal  bahasa Yunani Sema (Nomina) ‘tanda’: atau dari verba samaino ‘menandai’, ‘berarti’. Istilah tersebut digunakan oleh para pakar bahasa untuk menyebut bagian ilmu bahasa yang mempelajari makna. Semantik (semantics) adalah cabang linguistik yang meneliti arti atau makna. Makna yang diteliti oleh semantik itu adalah makna bebas konteks. Makna itu ada yang bersifat leksikal dan ada yang gramatikal.Dalam analisis semantik, bahasa bersifat unik dan memiliki hubungan yang erat dengan budaya masyarakat penuturnya. Maka, suatu hasil analisis pada suatu bahasa, tidak dapat digunakan untuk menganalisi bahasa lain.
  • Contohnya penutur bahasa Inggris yang menggunakan kata ‘rice’ pada bahasa Inggris yang mewakili nasi, beras, gabah dan padi.



  • Kata ‘rice’ akan memiliki makna yang berbeda dalam masing-masing konteks yang berbeda. Dapat bermakna nasi, beras, gabah, atau padi.




  • Tentu saja penutur bahasa Inggris hanya mengenal ‘rice’ untuk menyebut nasi, beras, gabah, dan padi. Itu dikarenakan mereka tidak memiliki budaya mengolah padi, gabah, beras dan nasi, seperti bangsa Indonesia.




  • Kesulitan lain dalam menganalisis makna adalah adanya kenyataan bahwa tidak selalu penanda dan referent-nya memiliki hubungan satu lawan satu. Yang artinya, setiap tanda lingustik tidak selalu hanya memiliki satu makna.




  • Adakalanya, satu tanda lingustik memiliki dua acuan atau lebih.  Dan sebaliknya, dua tanda lingustik, dapat memiliki satu acuan yang sama.

Hubungan tersebut dapat digambarkan dengan contoh-contoh berikut :

Bisa    : 'racun' dan 'dapat ' 
buku  : 'lembar kertas berjilid'
kitab   : 'lembar kertas berjilid'  



Jenis-Jenis Semantik
Dibawah ini terdapat beberapa jenis-jenis semantik, diantaranya adalah:
1. Semantik Behavioris
Para penganut aliran behavioris memiliki sikap umum:
(1)  penganut pandangan behavioris tidak terlalu yakin dengan istilah-istilah
yang bersifat mentalistik berupa mind, concept, dan idea:
(2)  tidak ada perbedaan esensial antara tingkah laku manusia dan hewan:
(3) mementingkan factor belajar dan kurang yakin terhadap faktor-faktor bawaan: dan
(4) mekanismenya atau determinasinya.
Berdasarkan sketsa itu makna berada dalam rentangan antara stimulus dan respon, antara rangsangan dan jawaban. Makna ditentukan oleh situasi yang berarti ditentukan oleh lingkungan. Karena itu, makna hanya dapat dipahami jika ada data yang dapat diamati yang berada dalam lingkungan pengalaman manusia. Contoh: seorang ibu yang menyuapkan makanan pada sibayi
2. Semantik Deskriptif
Semantik deskriptif adalah kajian semantik yang khusus memperlihatkan makna yang sekarang berlaku. Makna kata ketika kata itu untuk pertama kali muncul. Tidak diperhatikan. Misalnya dalam bahasa Indonesia ada kata juara yaitu ornag yang mendapat peringkat teratasa dalam pertandingan tanpa memperhatikan makna sebelumnya yaitu pengatur atau pelerai dalam persabungan ayam. Jadi, Semantik deskriptif hanya memperhatikan makna sekarang.
3. Semantik Generatif
Konsep-konsep yang terkenal dalam aliran ini adalah:
(1) kompetensi (competence), yaitu kemampuan atau pengetahuan bahasa yang dipahami itu dalam komunikasi:
 (2) struktur luar, yaitu unsur bahasa berupa kata atau kalimat yang seperti terdengar:
(3)  struktur dalam, yaitu makna yang berada dalam struktur luar. Aliran ini menjadi terkenal dengan munculnya buku Chomsky tahun 1957 yang kemudian diperbarui. Teori semantic generatif muncul tahun 1968 karena ketidak puasan linguis terhadap pendapat Chomsky.
Menurut pendapat mereka struktur semantik dan struktur sintaksis bersifat homogen. Struktur dalam tidak sama dengan struktur semantik. Untuk menghubungkannya digambarkan dengan satu kaidah, yaitu transformasi. Teori ini tiba pada kesimpulan bahwa tata bahasa terdiri dari struktur dalam yang berisi tidak lain dari struktur semantik dan struktur luar yang merupakan perwujudan ujaran kedua struktur ini dihubungkan dengan suatu proses yang disebut transformasi.
4. Semantik Gramatikal
Semantik gramatikal adalah studi simentik yang khususnya mengkaji makna yang terdapat dalam satuan kalimat. Verhaar mengatakan Semantik gramatikal jauh lebih sulit dianalisis. Untuk menganalisis kalimat masih duduk, kakak sudah tidur tidak hanya ditafsirkan dari kata-kata yang menyusunnya. Orang harus menafsirkan keseluruhan isi kalimat itu serta sesuatu yang ada dibalik kalimat itu. Sebuah kata akan bergesr maknanya apabila diletakkan atau digabungkan dengan kata lain.
5. Semantik Leksikal
Semantik leksikal adalah kajian simentik yang lebih memuaskan pada pembahasan sistem makna ayang terdapat dalam kata. Semantik leksikal tidak terlalu sulit. Sebuah kamus merupakan contoh yang tepat untuk Semantik leksikal: makna setiap kata diuraikan disitu. Jadi, Semantik leksikal memperhatikan makna yang terdapat didalam kalimat kata sebagai satuan mandir
6. Semantik Historis
Semantik historis adalah studi semantik yang mengkaji sistem makna dalam rangkaian waktu. Studi semantik historis ini menekankan studi makna dalam rentangan waktu, bukan perubahan bentuk kata. Perubahan bentuk kata lebih banyak dikaji dalam linguistic hoistoris. Asal-usul kata menjadi bagian studi etimilogi. Semantik ini membandingkan kata-kata berdasarkan periode atau antara kata pada masa tertentu dengan kata pada bahasa yang lain. Misalnya dalam BI terdapat kata padi dan dalam bahasa jawa terdapat kata pari. Fonem/ d/ dan/ r/ berkorespondensi.
7. Semantik Logika
Sematik logika adalah cabang logika modern yang berkaitan dengan konsep-konsep dan notasi simbolik dalam analisis bahasa semantik logika mengkaji sistem makna yang dilihat dari logika seperti yang berlaku dalam matematika yang mangacu kepada kata pengkajian makna atau penafsiran ajaran, terutama yang dibentuk dalam sistem logika yang oleh Carnap disebut semantik. Dalam semantik logika dibahas makna proprsi yang dibedakan dengan kalimat, sebab kalimat yang berbeda dalam bahasa yang sama dapat aja diujarkan dalam proporsi yang sama. Sebaliknya, sebuah kalimat dapat diujarkan dalam dua atau lebih proporsi. Proporsi boleh benar boleh salah, dan lambang disebut sebagai variabel proporsional dalam semantik logika.
8. Semantik Struktural
Semantik struktural bermula dari pandangan linguis struktural yang dipelopori oleh Saussure. Penganut strukturalisme berpendapat bahwa setiap bahasa adalah sebuah sistem, sebuah hubungan struktur yang unik yang terdiri dari satuan-satuan yang disebut struktur. Struktur itu terjelma dalam unsure berupa fonem, morfem, kata, frase, klausa, kalimat, dan wacana yang membaginya menjadi kajian fonologi, morfologi, sintaksis, dan wacana. 
Ruang Lingkup Semantik
Seperti dinyatakan bahwa semantik mencakup bidang yang sangat luas, baik dari struktur dan fungsi bahasa maupun dari segi interdisiplin bidang ilmu (Fatimah, 2009: 4). Tetapi dalam hal ini ruang lingkup semantik terbatas pada hubungan ilmu makna itu sendiri dibidang linguistik. Faktor nonlingistik ikut mempengaruhi semantik sebagai fungsi bahasa non simbolik. Semantik adalah studi suatu pembeda bahasa dengan hubungan proses mental atau simbolisme dalam aktivitas bicara (Tarigan, 2004: 5). Hubungan bahasa dengan proses mental dapat dinyatakan dengan beberapa cara. Beberapa pakar proses mental tidak perlu dipelajari karena membingungkan, sebagian lagi menyatakan bahwa proses mental harus dipelajari secara terpisah dari semantik, atau semantik dipelajari tanpa menyinggung proses mental.
Dalam kenyataannya, semantik atau makna berkaitan erat dengan struktur dan fungsi. Artinya struktur tanpa makna dan manka tanpa struktur tidak mungkin ada. Jadi bentuk atau struktur, fungsi dan makna merupakan satu kesatuan dalam meneliti atau mengkaji unsur-unsur bahasa. Dari adanya sejumlah tataran dan kompleksitas dapat dimaklumi bahwa meskipun makna dan lambang serta aspek semantik dan tata bahasa merupakan unsur-unsur yang tidak dapat dipisah-pisahkan, dalam menentukan hubungan semantik dan linguistik masih terdapat sejumlah perbedaan. Ada pengkaji yang lebih senang menyebut semantik dengan teori makna dan langsung memasukkannya kedalam bidang filsafat bahasa (Aminuddin, 2001: 27). Pada sisi lain ada juga pengkaji yang beranggapan bahwa selama dalam abstraksi dan proses relasi dan kombinasi, makna masih merupakan sesuatu yang abstrak sehingga kajian empiris dan hasil studi yang saintifik tidak mungkin dapat dilaksanakan dan dicapai.
Unsur-Unsur Semantik
Dibawah ini terdapat tiga unsur-unsur semantik, diantaranya adalah:
1. Tanda dan Simbol (Simbol)
Tanda dan simbol (simbol) adalah dua unsur yang terkandung dalam bahasa tersebut. Tanda itu dikembangkan menjadi teori yang disebut semiotik. Semiotika memiliki tiga aspek yang berkaitan dengan ilmu bahasa, yaitu aspek sintaksis, aspek pragmatik, aspek semantik.
2. Hubungan Leksikal dan Referential
Elemen leksikal adalah unit terkecil dalam sistem makna linguistik dimana keberadaannya dibedakan oleh unit terkecil lainnya. Arti leksikal adalah kategori dan sinkategorematis dimana semua kata dan implikasi, kelompok ilmiah dengan makna struktural harus didefinisikan dalam satuan konstruksi. Sedangkan dalam hubungan referensial adalah hubungan yang ada antara sebuah kata dan dunia yang berada di luar bahasa yang dimaksud dengan percakapan.
3. Penamaan
Istilah penimproved oleh Kridalaksanan bahwa proses pencarian simbol bahasa yang berfungsi untuk menggambarkan objek, konsep, proses dan sebagainya. Selain itu, penamaan digunakan untuk harta yang ada antara lain dengan mengubah kemungkinan makna atau dengan penciptaan kata atau kelompok kata.
Manfaat Semantik
Dibawah ini terdapat tiga manfaat semantik, diantaranya adalah:
  • Bagi seorang wartawan, reporter, atau orang-orang yang berkecimpung dalam dunia persuratkabaran dan pemberitaan :
Mereka akan memperoleh manfaat praktis dari pengetahuan mengenai semantik,yang dapat memudahkan dalam memilih dan menggunakan kata dengan makna yang tepat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.



  • Bagi peneliti bahasa :

Bagi pelajar sastra, pengetahuan semantik akan banyak member bekal teoritis untuk menganalisis bahasa yang sedang dipelajari. Sedangkan bagi pengajar sastra, pengetahuan semantik akan member manfaat teoritis, maupun praktis. Secara teoritis, teori-teori semantik akan membantu dalam memahami dengan lebih baik bahasa yang akan diajarkannya. Dan manfaat praktisnya adalah kemudahan untuk mengajarkannya.



  • Bagi orang awam :

Pemakaian dasar-dasar semantik tentunya masih diperlukan untuk dapat memahami dunia yang penuh dengan informasi dan lalu-lintas kebahasaan yang terus berkembang.


Rabu, 16 Oktober 2019

What is Linguistics?

Linguistics is the scientific study of language.  Linguists (experts in linguistics) work on specific languages, but their primary goal is to understand the nature of language in general by asking questions such as:
  • What distinguishes human language from other animal communication systems?
  • What features are common to all human languages?
  • How are the modes of linguistic communication (speech, writing, sign language) related to each other?
  • How is language related to other types of human behavior?
The main goal of linguistics, like all other intellectual disciplines, is to increase our knowledge and understanding of the world. Since language is universal and fundamental to all human interactions, the knowledge attained in linguistics has many practical applications.  Linguists, with some training in other appropriate disciplines, are thus prepared to seek answers to questions such as:
  • How can a previously unstudied language be analyzed and written?
  • How can foreign languages best be taught and learned?
  • How can speech be synthesized on a computer or how can a computer be programmed to understand human speech?
  • How can the language problems of people with speech abnormalities be analyzed and rectified?
  • How are linguistic issues in legal matters to be handled? 
    Phonetics
    The study of speech sounds.  Phoneticians study both the production of speech sounds by the human speech organs (articulatory phonetics) and the properties of the sounds themselves (acoustic phonetics). 
    Morphology
    The study of word structure. 
    Syntax
    The study of how linguistic units larger than the word are constructed.
    Semantics
    The study of meaning 
    Historical linguistics
    The study of how languages change over time, addressing such questions as why modern English is different form Old English and Middle English or what it means to say that English and German are “more closely related” to each other than English and French.
    Sociolinguistics
    The study of how language is used in society, addressing such questions as what makes some dialects more “prestigious” than others, where slang comes from and why it arises, or what happens when two languages come together in “bilingual” communities.
    Psycholinguistics
    The study of how language is processed in the mind, addressing such questions as how we can hear a string of language noises and make sense of them, how children can learn to speak and understand the language of their environment as quickly and effortlessly as they do, or how people with pathological language problems differ from people who have “normal” language.
    Neurolinguistics
    The study of the actual encoding of language in the brain, addressing such questions as what parts of the brain different aspects of language are stored in, how language is actually stored, what goes on physically in the brain when language is processed, or how the brain compensates when certain areas are damaged.
    Computational linguistics
    Learning and understanding a language involves computing the properties of that language that are described in its phonology, syntax, and semantics.  The challenge of describing this process connects linguistics with computational issues at a very fundamental level.  How could syntactic structures be computed from spoken language, how are semantic relations recognized, and how could these computational skills be acquired?

Senin, 07 Oktober 2019

Hidup itu rumit

www.blogger.com
MENCERITAKAN TENTANG DIRI SENDIRI


Hy guys,, Nama saya Desi Karolyna lahir di Desa Buana Makmur, 11 November 1999, saya anak kesatu dari dua bersaudara. Nama adik saya Hendi Aditya yang duduk dikls 2 SMK N 10 Merangin.  saat ini saya kuliah diuniversitas Lancang Kuning, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pedidikan, Prodi pendidikan bahasa inggris semester 3. Sejak kacil saya tinggal bersama nenek saya yang berada diBuatan,Siak Sri Indrapura, riau , saya diasuh sama nenek, sampai saya tidak mau tingal sama orang tua saya sendiri ,saya beranggap orang tua saya sendiri adalah bibi saya ,dan saya menangis bila digendong orang tua saya , suatu saat pernah ibu saya merasa sedih karena anaknya tidak mau sama ibunya  sendiri sampai saya diambil disaat lagi tidur agar mau ikut sama ibu . dipertengahan jalan saya terbangun dan menangis menjerit seperti diculik dan ibu saya tidak sanggup mendengar saya menangis, saya dikembalikan lagi kenenek saya yang saya anggap ibu saya asli.
Dulu orang tua saya tinggal diperumahan PT.Indosawit Buatan, setelah ada kesalah teknis ayah saya dipecat dan orang tua pindah dan merantau kejambi. Dan saya TK Kasih Ibu Desa Buana Makmur yang biayai nenek saya, dan ketika saya udah agak besar ditarik lagi dengan orang tua saya, saya disekolahkan di SD N 100 Pasar Pamenang saya sekolah disitu hanya sampai kls 3 selanjutnya  kls 4,5,6 saya di SD N 12 Buana Makmur,dan saya dipindahkan lagi sama  orang tua saya alasan orang tua saya,  karena orang tua saya mau berladang tinggal diladang jauh dari pemukiman dan sekolah, makanya saya dipindahkan lagi bersama nenek sampai saya melanjutkan sekolah di SMP N 3 Dayun setelah berjalannya kehidupan saya bersama nenek , orang tua saya sudah pindah ketempat awal orang tua saya tinggal di Pamenang . dan saya ditarik lagi untuk tinggal bersama orang tua saya  untuk melanjutkan sekolah di SMK N 10 Merangin jurusan Multimedia, awal saya masuk smk saya terpilih menjadi anggota  paskibraka dikecamatan bergabung bersama sekolah lainnya.
setelah saya lulus , saya berkeinginan kuliah ditanggerang diuniversitas Multimedia Nusantara tapi disatu sisi orang tua saya tidak membolehi karena jauh dan biaya tidak ada , dan salah satu keluarga saya merekomendasikan Unilak, karena ada keluarga saya ada yang alumni Unilak dari Fakultas Hukum dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan diprodi biologi. dan saya kembali lagi keriau, masuk keunilak ingin ambil fasilkom (Fakultas Ilmu Komputer) tapi karena kelurga saya tidak setuju jadi bibi saya menyuruh ambil saja Pendidikan Bahasa Inggris, dan saya ragu karena saya tak paham bahasa inggris , dan keluarga saya pun meyakinkan agar masuk, bila saya masuk saya akan didampingi les atau khursus bahasa inggris, dan dari situ lah meyakinkan untuk masuk Pendidikan Bahasa Inggris.
sekian cerita saya guys , maafkan saya bercerita seperti mendongeng.

Hello friends✋, this is a video about semantics, do you already know semantics?  if you haven't yet on video, this will let you know w...